Jumat, 19 Juli 2013

KAMI bukan kita juga bukan kalian

KAMU, 
AKU, 
TEMAN-TEMANmu, 
dan TEMAN-TEMANku...

Kita? ya "kita"
kita yang berbeda dengan kalian dari segi apapun orang menilai.
kamu dan teman - temanmu juga aku dan teman - temanku.
kita memang berbeda dan perbedaan itulah yang membuat kita ga pernah sejalan, terpisah di persimpangan jalan. 
Kalian lebih memilih jalan yang kalian mau dan begitu juga dengan kita, tak ada perdebatan untuk memilih jalan yang sama karena keyakinan masing - masing masih terlalu kuat untuk dipatahkan. 
Sebenenarnya bukan tidak ada tapi tidak akan pernah. 
Tidak akan pernah? ya memang tidak akan pernah terjadi jika selamanya kalian dan kita enggan untuk melebur bersama menjadi satu. 
Meskipun banyak orang berkata "tidak ada yang tidak mungkin" tapi, buatku ini bukan masalah teori atau petuah - petuah kuno yang harus dicerna tapi ini adalah fact yang tak bisa dipungkiri.
Dunia kalian bukan dunia kita, begitu juga kita yang merasa nyaman dengan dunia kita dan semua kebiasaan yang sering kita lakukan bersama (tanpa kalian). 
Rasa nyaman itu tercipta karena kita "terbiasa" melakukan hal yang menurut kita menyenangkan dan belum tentu kalian suka akan hal itu. 
Itulah mengapa kalian dan kita terkotak - kotakkan dengan pemikiran idealis masing - masing.
Karena kalian memiliki pemikiran yang berbeda begitu juga dengan kita yang terlalu menutup diri untuk melebur bersama kalian.
ketahuilah bahwa sesungguhnya kita terlalu gengsi untuk memulai dan kalian juga begitu bukan?
Jadi, apakah hati ini akan selamanya terbelenggu dengan rasa gengsi yang amat berlebihan?
Tidak? ya, jawabannya adalah TIDAK!
mengapa tidak?
Karena manusia seperti kita dan kalian ini adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, apakah kurang rasional jika kita dan kalian ini melebur dan keluar dari belenggu ke-gengsian.
Ayolah... ayo keluar dari belenggu itu!
Kalian bisa? ya bisa
Bagaimana dengan kita, apakah kita bisa? tentu bisa
Sekarang tidak ada lagi hati yang terbelenggu rasa gengsi, arogan, dan egois masing - masing.
Sekarang adalah hati yang penuh dengan rasa saling mengerti, menghargai, dan akan timbul rasa nyaman diantara kita dan kalian.
"Kalian" dan "Kita" menjadi "KAMI"
ya, KAMI yang tak lagi terpisah di persimpangan jalan.
KAMI yang tak lagi terbelenggu dengan pemikiran idealis masing - masing.
KAMI adalah kami yang mau menerima dan mendengar menggunakan hati.

inilah KAMI...
bukan lagi kalian
juga bukan kita
tapi, KAMI.


inilah KAMI... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar